4 Teori dalam Komunikasi

4 Teori dalam Komunikasi - Teori dapat menuntun kita dalam mengambil keputusan-keputusan dan mengambil tindakan-tindakan, dan teori-teori berubah dari waktu ke waktu saat kita melihat hal-hal baru dan memerlukan pandangan-pandangan baru (Littlejohn, 1996: 1) Sebenarnya banyak teori komunikasi massa yang telah ditemukan oleh para ahli komunikasi, namun berkaitan dengan penelitian ini akan dikemukakan beberapa teori yang dapat mendukung saja 

a. Teori-teori tentang isyarat dan bahasa (Theories of signs and language) 
Isyarat adalah basis dari seluruh komunikasi. Suatu isyarat menandakan sesuatu selain dirinya sendiri, dan makna ialah hubungan antara suatu objek atau ide dan suatu isyarat. Konsep dasar ini mengikat bersama seperangkat teori yang sungguh luas berurusan dengan simbol, bahasa, wacana dan bentuk-bentu nonverval, teori-teori yang menjelaskan bagaimana isyarat berhubungan dengan artinya dan bagaimnana isyarat disusun (Littlejohn,1996: 64) 

Lebih lanjut, Littlejohn, menjelaskan, salah satu sistem isyarat yang paling penting bagi manusia adalah bahasa. Dalam bahasa, isyarat terdiri dari pengelompokan sesuatu yang memiliki makna. Suara-suara dikombinasikan ke dalam frasa-frasa, klausa-klausa, dan kalimat-kalimat, yang menunjukkan objek. 

b. Teori-teori Pembuatan Pesan (Theories of message production) 

Komunikasi adalah proses yang berpusat pada pesan bersandar pada informasi, dan banyak teori komunikasi telah dikembangkan untuk menyampaikan informasi pemrosesan pesan. Teori ini melihat pembuatan dan penerimaan pesan sebagai persoalan psikologis, memfokuskan pada sifat-sifat, keadaan-keadaan, dan proses-proses individual. 

Teori pembuatan dan penerimaan pesan menggunakan tiga tipe penjelasan psikologis: penjelasan sifat, penjelasan keadaan, dan penjelasan proses. Penjelasan sifat berfokus pada karakteritisk individual yang relatif statis dan cara karakteristik ini berasosiasi dengan sifat-sifat dan variabel lain, hubungan antara tipe personalitas tertentu dan jenis-jenis pesan tertentu (Littlejohn, 1996:105). 

Penjelasan keadaan berfokus pada keadaan pikiran yang dialami orang dalam suatu periode waktu. Sedangkan penjelasan proses berupaya menangkap mekanisme pikiran manusia. Ia berfokus pada cara informasi diperoleh dan disusun, bagaimana memori digunakan, bagaimana orang memutuskan untuk bertindak, dan tempat bagi persoalan lain yang sama. 

c. Teori-teori penerimaan dan pemrosesan pesan 

Teori ini memfokuskan pada bagaimana pesan-pesan itu diterima; bagaimana manusia memahami, mengorganisasikan, dan menggunakan informasi yang terkandung di dalam pesan. 

Kebanyakan teori penerimaan dan pemrosesan pesan berada dalam tradisi kognisi, yaitu studi tentang pemikiran atau pemrosesan informasi. Menurut Dean Hewes dalam Littlejohn (1996:129), kognisi menuntut dua elemen sentral, yaitu struktur-struktur pengetahuan dan proses-proses kognitif. 

Struktur-struktur pengetahuan terdiri dari organisasi informasi di dalam sistem kognitif seseorang, body of knowledge yang telah dikumpulkan oleh seseorang. Bahkan pesan yang paling sederhanapun membutuhkan banyak sekali informasi untuk bisa dipahami. Di dalam sistem kognitif, potongan-potongan informasi saling dihubungkan satu sama lain ke dalam sebuah pola yang teratur. 

Proses-proses kognitif adalah mekanisme-mekanisme melalui mana informasi diolah di dalam pikiran. Hewes dan Planalp dalam Littlejohn (1996:130), menggarisbawahi tujuh proses utama yang saling berinterelasi, pertama adalah pemfokusan, yaitu sebuah proses menghadapi detil-detil tertentu dari informasi. Proses kedua adalah integrasi, atau pembuatan hubungan antara potongan-potongan informasi. Ini adalah proses penggabungan apa yang dilihat dan didengar ke dalam organisasi pengetahuan yang menyeluruh. Ketiga penarikan kesimpulan, sebuah proses “pengisisan”, ketika seseorang membuat asumsi-asumsi tentang hal-hal yang tidak teramati berdasarkan hal-hal yang teramati. 

Proses yang keempat dan kelima melibatkan ingatan, penyimpanan dan pengungkapan. Struktur pengetahuan harus disimpan untuk digunakan di lain waktu, dan ia harus diingat secara tepat. Penyimpanan dan pengungkapan sangat penting bagi proses-proses kognitif lainnya. Proses keenam dan ketujuh adalah seleksi dan implementasi, juga berjalan bersamaan. Seleksi adalah pemilihan perilaku dan reportoire (simpanan) seseorang dan implementasi adalah bertindak sesuai dengan perilaku yang sudah dipilih dengan melakukannya. 

d. Teori-teori Pengalaman dan interpretasi (Theories experience and interpretation) 

Bidang komunikasi menggali ragam pengalaman manusia, dan teori ini menginformasikan tentang sifat dasar dari pengalaman sadar dan peran komunikasi di dalamnya. asumsi sentral teori ini adalah bahwa orang secara aktif menginterpretasikan pengalaman mereka dengan memberikan pengertian pada apa yang mereka lihat. 

Secara spesifik, kita akan menelusuri dua tradisi, fenomenologi dan hermeneutic. Fenomenologi adalah studi tentang pengetahuan yang berasal dari kesadaran, atau cara orang menjadi paham akan obyek-obyek dan peristiwa-peristiwa dengan mengalaminya secara sadar. Studi ini melihat obyek-obyek dan kejadian-kejadian dari sudut pandang si perceiver, individu yang mengalami hal-hal tersebut. Sebuah fenomena adalah tampilan suatu obyek, kejadian,atau kondisi di dalam persepsi. Dengan demikian, realita dalam fenomenologi adalah cara bagaimana hal-hal tampak dalam persepsi sadar dari individu tersebut (Littlejohn, 1996: 203). 

Hermeneutic adalah studi tentang pemahaman, terutama pemahaman akan penafsiaran tindakan dan teks. Ada beberapa cabang hermeneutic, termasuk interpretasi kitab Al Kitab (exegesis), interpretasi teks harfiah (filologi), dan interpretasi tindakan-tindakan personal dan sosial (hermeneutic social) (Littlejohn, 1996:208)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Teori dalam Komunikasi"

Post a Comment

Terima kasih telah berkungjung, Silahkan Tinggalkan Komentar